Yusuf Mansur (tengah) Foto: Danang Sugianto

Jakarta – PT Bank BRISyariah Tbk hari ini resmi mencatatkan sahamnya di pasar modal. Dari saham 2.623.350.600 yang dilepas beberapa di antaranya dibeli oleh Yusuf Mansur dan jemaahnya.

Yusuf Mansur melalui PayTren Aset Manajemen menjadi manajer investasi Kopindo dan melakukan Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) untuk membeli saham berkode BRIS itu.

Presiden Direktur PT Bahana Sekuritas Feb Sumandar mengungkapkan, Kopindo masuk membeli saham BRIS melalui proses bookbuilding. Layaknya investor lainnya, Yusuf Mansur dan dan jemaahnya ikut dalam proses penjatahan.

Dalam proses bookbuilding biasanya investor mengajukan harga yang diinginkan untuk kemudian ditentukan harga pastinya oleh perusahaan. Menariknya Kopindo tidak melakukan penawaran, mereka siap membeli di harga apapun yang ditentukan perusahaan.

“Jadi dia straight, mau ambil di angka berapapun. Kan kalau bookbuildingada range harga dia bisa menyatakan ingin beli di harga atas atau bawah. Tapi dia straigh, mengikuti,” tuturnya di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Pada saat penawaran, BRISyariah menawarkan harga sahamnya di kisaran Rp 505 hingga Rp 650. Akhirnya ditentukan di dekat batas harga bawah yakni Rp 510.

Feb juga mengatakan, sebenarnya pihak Yusuf Mansur menawar untuk membeli diangka yang cukup besar. Namun karena penawaran BRIS mengalami kelebihan permintaan atau over subscribe 4 kali di segmen ritel, maka Kopindo mendapatkan jatah lebih rendah dari yang ditawarkan.

“Kemampuan beliau sebenaernya besar ya cuma memang kita karena ada alokasi. Tapi angkanya harus saya cek dulu. Tapi oke lah beliau sangat membantu proses IPO ini,” imbuhnya.

Sementara Direktur Operasional BRISyariah Wildan menambahkan, porsi investor ritel dalam proses IPO sebesar 1% dari total dana Rp 1,3 triliun. Itu artinya penjualan saham BRIS dalam IPO hanya Rp 13 miliar.

“Tapi saya enggak tahu jatah pastinya pak Yusuf Mansur karena belum dapat informasi dari Datindo. Masyarakat di ritel juga cukup banyak kemarin informasinya 6.037 pemegang saham. Itu pemegang saham terbesar selama IPO. Jadi sekarang BRISyariah mencatatkan sebagai pemegang saham terbesar selama IPO,” tuturnya. (dna/dna)

Sumber : Detk.com

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here