Sabilulunganonline.com-Siapa yang tak kenal dengan ustadz yang satu ini. Ustadz Yusuf Mansyur adalah salah satu ustadz yang populer di Indonesia.

Beliau tidak hanya rutin mengisi kegiatan keagamaan di hampir seluruh wilayah di Indonesia, melainkan juga aktif menjalankan bisnis kreatif yang mengusung prinsip halal dan bermanfaat untuk umat.

Ustadz yang terkenal dengan ajakan untuk bersedekah dan yang mendirikan pesantren khusus untuk para calon hafidz-hafidzah ini, baru-baru ini merilis sebuah bisnis kreatif baru yang ia beri nama PayTren. PayTren merupakan solusi pembayaran yang dapat diakses secara online.

Menariknya, PayTren ini juga dapat menghasilkan income.

Tentu bisnis kreatif ini terdengar menarik dan banyak orang yang penasaran dengan bisnis ini.

Ustadz Yusuf Mansyur mengajak siapapun yang berminat untuk join dengan bisnis unik ini.

Baca Juga : Peluang Bisnis Online

Dengan menggunakan PayTren, pengguna bisa mendapatkan income puluhan bahkan ratusan juta rupiah per bulan. Aplikasi keren ini memang didesain secara khusus untuk mempermudah berbagai pembayaran online.

Tentu dengan adanya aplikasi ini, para pengguna akan lebih mudah, praktis, dan cepat dalam melakukan pembayaran untuk suatu transaksi baik yang dilakukan secara online maupun offline.

Apa Yang Menarik Dari Aplikasi Paytren?

Yang menarik dari aplikasi ini adalah aplikasi ini tak hanya memberikan fasilitas untuk aktivitas pembayaran saja, melainkan juga dapat memberikan keuntungan berupa penghasilan bagi para penggunanya.

Bagaimana caranya? Pengguna dapat memperoleh penghasilan dari aplikasi ini dengan cara memindahkan transaksi-transaksi rutin (harian, bulanan, atau tahunan) yang sebelumnya transaksi-transaksi mengurangi saldo tabungan atau saldo ATM.

Penghasilan yang didapat ini dijamin halal dan pastinya berkah.

PayTren dapat menjadi alternatif sumber income yang dapat dijalankan oleh siapapun dan di mana pun.

Bisnis ini juga telah dijamin kredibilitasnya sehingga dapat dikatakan bahwa bisnis ini adalah bisnis yang terpercaya. Ustadz Yusuf Mansyur mentargetkan 1 miliar pengguna untuk bisnis yang baru dirilisnya ini.

Ustadz begitu optimis bahwa targetnya akan segera terpenuhi dalam waktu dekat karena respon dari masyarakat terhadap rilisnya ide bisnis ini sangat positif.

Terlebih didukung oleh perkembangan teknologi, khususnya teknologi internet yang telah berkembang sangat pesat di era digital ini.

Ustadz Yusuf Mansyur menginformasikan bahwa PayTren merupakan bisnis yang juga mendapat dukungan dari pemerintah dan diklaim dapat meningkatkan efisiensi perekonomian nasional.

Hanya bermodalkan Smartphone Anda, Anda berpeluang untuk mendapatkan penghasilan puluhan dan bahkan ratusan juta rupiah.

Bagi Anda yang tertarik untuk join dengan bisnis PayTren ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat-syarat tersebut antara lain:

  • Memiliki ponsel. Tidak harus ponsel pintar, ponsel biasa juga bisa Anda manfaatkan. Usahakan ponsel Anda dapat digunakan untuk menerima SMS.
  • Memiliki akun email. Bagi Anda yang belum memiliki akun email, sebaiknya segera membuat akun email. Pembuatan akun email dapat dilakukan secara gratis. Anda dapat memanfaatkan Smartphone/ PC/ laptop Anda untuk membuat akun email. Sangat direkomendasikan untuk membuat akun email dari Gmail karena akun Gmail lebih mudah dan cepat untuk diakses.
  • Pelajari semua informasi yang berkaitan dengan bisnis PrayTren.

Bisnis PayTren sendiri sebelumnya adalah bisnis VSI, namun pada tanggal 17 Juni 2014 lalu, nama VSI diubah menjadi TRENI dengan nama produk PayTren. Dengan nama baru, Ustadz Yusuf Mansyur kemudian mengubah sistem lama dengan sistem baru. Kini PayTren menjadi salah satu bisnis yang begitu diminati oleh ribuan orang di Indonesia. Bahkan ada juga member bisnis ini yang berasal dari luar negeri.

Di bawah naungan PT Veritra Sentosa Internasional, PayTren berkembang dengan sangat pesat dan telah memiliki banyak member. PT Veritra Sentosa Internasional sendiri adalah sebuah perusahaan swasta dengan bidang usaha perdagangan umum.

Perusahaan ini juga tengah merambah usahanya di bidang penyediaan jasa pemasaran produk-produk yang termasuk dalam kebutuhan pokok masyarakat. Dua bidang ini tentu bisa dijadikan sebagai peluang bisnis e-commerce.

Bisnis PayTren menggunakan sistem MLM dalam hal perekrutan anggota atau mitra.

Kemudian dari aspek marketingnya, bisnis PayTren juga menggunakan sistem yang sama dengan sistem yang digunakan oleh sebagian besar bisnis berbasis MLM.

Meski menggunakan sistem perekrutan anggota dan marketing yang sama dengan sistem perekrutan anggota dan marketing pada bisnis-bisnis MLM lainnya, PayTren tentu memiliki visi yang berbeda karena sang pendiri pun meyakinkan para anggota bisnis PayTren menyampaikan hal demikian.

Lantas, bagaimana sistem kerja bisnis PayTren ini? Sekedar informasi, berbagai proses pembayaran untuk berbagai transaksi mempunyai margin keuntungan yang besar, bahkan bisa mencapai miliaran dan triliunan rupiah.

Sayangnya, keuntungan miliaran atau triliuan rupiah ini hanya dinikmati oleh pihak pengelola saja.

Alhasil, pihak pengelola sukses menjadi milader. Nah, melalui bisnis PayTren ini, kita pun memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari transaksi rutin kita sendiri.

PayTren didukung dengan teknologi canggih dan saat ini aplikasi ini masih dalam tahap pengembangan. Belum lama ini telah hadir fitur baru yang dinamakan PayTren Messenger yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan chat.

Selain sejumlah fitur baru, PayTren baru-baru ini juga merilis PayTren Umrah, PayTren Market Place, dan PayTren Miracle. Dan terus bertambah dengan mengikuti perkembangan zaman.

Dengan konsep bisnis semacam ini, Ustadz Yusuf Mansyur berharap bahwa dirinya dan para pengguna PayTren mampu ‘membeli’ ulang Indonesia dengan cara menguasai segala hasil atau keuntungan dari segala jenis transaksi rutin masyarakat kita. PayTren bisa dibilang sebagai model bisnis masa kini dan masa depan dengan visi yang sangat mulia dan yang pasti membawa berkah.

Semoga dengan adanya Aplikasi Paytren, mampu mengubah perekonomian Para Mitranya khususnya Warga Bangsa Indonesia.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here