Pemkab Bandung Luncurkan Angkot SAE

0
20

Angkutan kota saat ini masih menjadi pilihan sebagai moda tranportasi masal, untuk kebutuhan mobilisasi aktivitas masyarakat.

Sebagai inovasi untuk lebih meningkatkan minat masyarakat terhadap transportasi umum, Pemerintah Kabupaten Bandung meluncurkan Angkot SAE, yang dianalogikan sebagai Angkutan Kota (Angkot) Sabilulungan Aman tur Enjoy (SAE).

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Bandung Drs. Tedi Kusdiana, M.Si mengatakan, Angkot SAE merupakan prototype Angkot yang dikembangkan dalam rangka revitalisasi dan peningkatan pelayanan transportasi umum kepada masyarakat.

“Angkot SAE ini kedepannya akan dikembangkan dalam rangka revitalisasi dan peningkatan pelayanan angkutan umum kepada masyarakat. Selain dilengkapi dengan perpustakaan mini, tempat sampah dan kelengkapan audio, di dalam angkot juga tersedia beberapa himbauan melalui stiker,” ucapnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (26/1/2018).

Tedi menambahkan, Angkot SAE baru pertama kali diterapkan pada trayek angkot jurusan Cicalengka – Cijolang.

Dia mencontohkan, Angkot juga dilengkapi dengan Stiker Prioritas, dimana angkutan umum merupakan kawasan bebas merokok serta harus memprioritaskan penumpang anak sekolah, manula, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

Lebih lanjut, Dia mengungkapkan syarat Angkot SAE antara lain prototipenya baik, lulus laik jalan dan laik persyaratan teknis, yang dibuktikan dengan Buku KIR (pengujian kendaraan bermotor), memiliki Kartu Pengawasan Izin Trayek, serta STNK dan SIM yang berlaku, yang wajib dimiliki untuk supir angkot SAE.

“Diharapkan Angkot SAE ini memenuhi peraturan perundang undangan terkait SPM (Standar Pelayanan Minimal) angkutan umum yang memiliki kriteria Keamanan, Keselamatan, Kenyamanan, Keteraturan Keterjangkauan, dan Kesetaraan, dengan tariff yang sesuai dan terjangkau,” ujar Kadishub.

Sementara menambahkan hal tersebut, Kepala Bidang Angkutan Umum pada Dishub Kabupaten Bandung Drs. Hilman Kadar, M.Si menjelaskan, saat ini jumlah contoh Angkot SAE baru dua mobil, satu di jurusan Soreang-Banjaran, dan satu lagi di trayek Cicalengka-Nagreg-CIjolang, dengan tarif kendaraan sebesar Rp.6.000,- untuk jarak CIcalengka – Cijolang.

“Untuk angkot yang menjadi kewenangan perizinan dan dikeluarkan oleh Dishub sebanyak 2.500 kendaraan sebagai trayek lokal Kabupaten Bandung, namun yang dibina menjadi Angkot SAE tahun 2018 sebanyak 15 kendaran atau sekitar 0,6%,” terangnya.

Dia berharap, Inovasi tersebut akan menjadi sebuah upgrading dari sistim transportasi di Kabupaten Bandung, yang lama-lama akan merambah ke angkutan yang lainya untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat.

“Mudah-mudahan ini menjadi sebuah upgrading dari sistim transportasi yang lama-lama akan merambah kesemua jenis transportasi umum. Sehingga masyarakat bisa lebih senang menggunakan angkot dibanding dengan kendaraan pribadi, jadi kemacetanpun bisa diniminalisir,” pungkasnya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here