Pelaksanaan UNBK di Kabupaten Bandung Naik 30%

0
16
Pelaksanaan UNBK di Kabupaten Bandung Naik 30%

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten
Bandung naik 30% dari tahun lalu. Kepala Dinas Pendidikan
Dr.Juhana,M.Mpd mengungkapkan, tahun 2017 UNBK hanya dilaksanakan
20% dan pada tahun 2017 bertambah menjadi 48%.

“Tahun depan (2019) akan kita upayakan menjadi 60% samapi 70%,
artinya setiap tahun harus meningkat untuk mendukung pembangunan SDM
(Sumber Daya Manusia) di Kabupaten Bandung. Dan pastinya tujuan itu
harus didukung oleh pengadaan sarana prasarana computer, baik dukungan
dari partisipasi masyarakat juga kemitraan dengan sekolah SMA dan
SMK,” ungkap Kadisdik usai mendampingi Bupati Bandung melakukan
peninjauan pelaksanaan UNBK hari kedua di SMP Negeri 1 Soreang
Kecamatan Soreang, Selasa (24/4).

Untuk tahun pelajaran 2017-2018 lanjutnya, ada 206 sekolah yang
menjadi peserta Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP). Angka tersebut,
diantaranya 35 Sekolah Rakyat (Sekra) Negeri, 4 Sekra SMP Satu Atap,
Sekra SMP Swasta sebanyak 147 sekolah, SMP Terbuka Gabung 7 sekolah
serta SMP Swasta Gabung 13 sekolah, dengan jumlah siswa yang
mengikuti ujian sebanyak 23.794 siswa.

“Sementara, pelaksanaan UNBK tahun ini di Kabupaten Bandung ada 109,
yakni 18 sekolah SMP Negeri (mandiri), 49 sekolah swasta (mandiri), 22
sekolah SMN Negeri (gabung) dan 20 sekolah SMP swasta (gabung), dengan
siswa yang mengikuti ujian sebanyak 22.441 siswa,” terang Juhana.

Lebih lanjut Kadisdik menerangkan pelaksanaan UNBK bukan menjadi
kewajiban, namun pihaknya akan terus berupaya untuk memperkuat
pembangunan SDM melalui pendidikan. Mengenai kriteria kelulusan siswa,
dia mengungkapkan ada 3 indikator yang perlu diperhatikan, yakni anak
harus mengikuti proses belajar selama minimal 6 semester untuk SMP
atau 80%, kemudian soal kehadiran siswa harus 80%, kecuali sakit
masih bisa ditolelir dan berkelakuakn baik.

“Indikator yang menonjol kali ini lebih pada pendidikan karakter anak.
Pembentukan kepribadian yang baik pada anak akan lebih
diprioritaskan, bukan pada capaian skor nilai tertinggi akademik.
Meski demikian nilai akademiknya juga penting untuk mengukur kemampuan
anak. Ada progres yang dilalui, karena pada prinsipnya tidak semua
anak memiliki tingkat kompetensi dan intelegensi, jadi nilai kejujuran
dan ketaqwaan adalah point terpenting.

Sementara itu Bupati Bandung H.Dadang M.Naser, SH, S.Ip.,M.Ip
menyatakan, bahwa pembangunan SDM di Kabupaten Bandung harus terus
ditingkatkan, dengan didukung teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
yang memadai.

“Kita akan dorong juga dari sisi fasilitas, bisa melalui kerjasama
dengan pihak lain yang punya basis (TIK). Terima kasih kepada Disdik
yang terus meningkatkan kapasitas, kualitas dan kuantitas dari sistem
yang telah ditetapkan secara nasional ini. Upaya ini harus terus
diterapkan di kabupaten Bandung, bagaimana membina meningkatkan
kualitas SDM di Kabupaten Bandung,” ujar Bupati.

Pelaksanaan UNBK di SMP Negeri 1 Soreang berjalan lancer, ungkapnya.
Meski harus membagi tiga shift karena keterbatasan komputer, 30 siswa
terlihat siap untuk mengikuti ujian dengan menggunakan internet, dan
pastinya TIK ini akan sangat menunjang keberhasilan pembangunan SDM di
bidang pendidikan.

“Saya memberikan apresiasi kepada sekolah yang ada di Soreaang ini.
Dari pantauan kami, SMP Negeri 1 Soreang ini sangat siap untuk
melaksanakan UNBK. Saya berharap, anak-anakku disini bisa menjalani
ujian nasional ini dengan baik, lancar sampai selesai,” ujarnya.

Sumber : Humas Pemkab Bandung

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here