Pasca ‘Bagi Sembako Bertumbal Nyawa’ di Monas, Bawaslu Awasi Seluruh CFD

0
20
Aksi bagi-bagi sembako di acara Car Free Day di Lapangan Monas, Jakarta, Minggu, 29 April 2018 (Istimewa/beritaplatmerah.com)

JAKARTA, PemiluUpdate.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan mengawasi seluruh area Car Free Day (CFD) di seluruh Indonesia pasca insiden di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Kegiatan bagi-bagi sembilan bahan pokok (sembako) di CFD pada Minggu (29/4/2018) menelan dua korban jiwa. Aksi sekelompok orang yang memakai kaos merah ini tanpa sepengetahuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja mengungkapkan pihaknya telah memerintahkan kepada seluruh Bawaslu di daerah untuk mengawasi CFD. Langkah ini dilakukan karena kegiatan di area tanpa kendaraan bermotor pada hari libur itu cenderung dipakai untuk kegiatan politik, Pilkada 2018 maupun Pemilu 2019.

“Kami harapkan insiden CFD di Monas yang terakhir. Tidak boleh ada lagi yang lain,” kata Rahmat usai Rapat Sinkronisasi Program dan Anggaran 2018 di Kawasan Kemayoran, Jakarta, Rabu, 2 Mei 2018.

Mengenai bau politik di kegiatan “bagi-bagi sembako bertumbal nyawa” di CFD Monas, kata Rahmat, laporannya sedang didalami Bawaslu Provinsi DKI Jakarta. Bawaslu pusat menunggu hasil penyelidikan, sebelum mengambil langkah lanjut.

Komisioner Rahmat menegaskan jika terbukti muatan politik pada kegiatan tersebut, Bawaslu dipastikan menjatuhkan sanksi ke pihak-pihak terkait. “Sanksi administrasi. Kalau ini kasus pidana, nah ada sanksi pidana,” ujarnya.

Kaos Merah Selamat

Ditanya penilaiannya atas kasus CFD Monas, Rahmat belum bersedia menjawab sebab penyeledikan belum tuntas. Namun secara pribadi, dia mengatakan tiada ada pelanggaran pemilu. Alasannya, walaupun pelaksana memakai kaos yang berasosiasi kepada partai politik (parpol) tertentu, yang bersangkutan tidak dapat dikenai hukuman.

“Sepertinya tidak masuk pidana pemilu karena, kan, sekarang belum masuk masa kampanye. Kalau dilakukan pada masa kampamye pemilu presiden, itu jelas pelanggaran pidana pemilu. Sekarang belum masuk. DKI nggak ada pilkada,” tukas Rahmat. []Madi Cakra/RE

 

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here