Pangkas Perizinan Dongkrak Investasi ESDM

0
33
Menteri ESDM Ignasius Jonan (Istimewa/aktual.com)

BENING.MEDIA, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimis investasi akan terus meningkat, meski ada tantangan harga komoditas global yang fluktuatif tiga tahun terakhir.

Demikian dikatakan Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM, Agung Pribadi. Menurutnya, berbagai kebijakan fundamental sektor ESDM yang dilakukan dua tahun terakhir ini sudah mulai menunjukkan hasil. Salah satunya dengan memangkas perizinan yang menghambat investasi.

Buktinya, kata dia, pada awal tahun ini Menteri ESDM Ignasius Jonan sudah pangkas 186 perizinan di sektor ESDM.

“Itu bukan wacana lagi, tapi sudah dilakukan Maret lalu. Hasilnya proses investasi lebih lancar, banyak pelaku usaha yang merasakan langsung manfaatnya,” kata Agung melalui siaran pers, Jumat 4 Mei 2018.

Selain itu, hasil kebijakan investasi berikutnya adalah sebanyak 16 wilayah kerja (WK) migas dengan Production Sharing Contract (PSC) skema Gross Split sudah diminati investor. Padahal, lelang tahun 2015 dan tahun 2016 dengan skema Cost Recovery sama sekali tidak ada yang laku satupun.

“Tidak benar kalau dibilang hanya ada satu Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang pakai gross split. Sejak Januari 2017 hingga awal Mei 2018 ini, sudah ada 16 WK pakai gross split,” klaimnya.

Adapun rinciannya, satu WK ONWJ, lima WK hasil lelang 2017, enam WK terminasi 2018, dan empat hasil lelang penawaran langsung 2018. Untuk lelang reguler 2018 hasilnya nanti diumumkan Juni 2019.

Khusus di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan (EBT), pada tahun 2017 telah diteken kontrak EBT sebanyak 70 kontrak. Padahal tiga tahun sebelumnya hanya 14 hingga 23 kontrak saja. Di antaranya, tiga proyek telah selesai, 22 sedang konstruksi dan selebihnya proses persiapan dan financing.

Berkaitan dengan isu turunnya investasi listrik, Menteri ESDM Ignasius Jonan juga telah menyampaikan bahwa tidak ada revisi investasi di bidang ketenagalistrikan. Program 35.000 MW pun akan diselesaikan sesuai dengan kebutuhan listrik dari waktu ke waktu.

“Program 35.000 MW tetap akan diselesaikan sesuai dengan estimasi kebutuhan listrik dari waktu ke waktu,” jelasnya. []HDN/BDG

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here