KPU Jabar Undur Jadwal Debat Pilgub Putaran Kedua di Kampus UI

0
20
Empat pasangan calon gubernur-wagub Jawa Barat Ridwan Kamil (kiri)-Uu Ruzhanul Ulum (kedua kiri), TB Hasanuddin (ketiga kiri)-Anton Charliyan (keempat kiri), Sudrajat (keempat kanan)-Ahmad Syaikhu (ketiga kanan), dan Deddy Mizwar (kedua kanan)-Dedi Mulyadi (kanan) membacakan surat deklarasi Pemilu Damai di Bandung, Jawa Barat, 13 Februari 2018. ANTARA/Novrian Arbi

TEMPO.COBandung – Debat Pilgub Jawa Barat putaran kedua yang semula akan digelar pada 11 Mei 2018 di Universitas Indonesia (UI) diundur menjadi 14 Mei 2018. Pengunduran ini sebagai hasil kompromi KPU dengan pihak kampus dan televisi.

“Debat Pilgub Jabar kedua harus kami undur menjadi tanggal 14 Mei,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum Jabar, Yayat Hidayat, Senin, 30 April 2018.

Baca: Pesan Pakar Semiotika ITB untuk Kontestan Pilgub Jabar 2018

Yayat mengatakan, sejak awal rencana lokasi debat kedua bertempat di kampus UI. Namun KPU terpaksa mengubah jadwal karena pada 11 Mei akan berlangsung tes penerimaan mahasiswa baru di kampus tersebut.

Karena pihak UI tetap ingin agar debat Pilgub digelar di kampusnya, maka KPU bersama pihak stasiun televisi memutuskan pengunduran jadwal. “Dikompromikan dengan pihak UI dan pihak TV akhirnya ketemu tanggal 14,” kata Yayat.

Awalnya, tanggal 14 dianggap berat oleh pihak TV karena loading barang harus masuk beberapa hari sebelumnya. Tapi, UI mempersilakan loading barang bisa masuk tanggal 12.

Menurutnya, tema untuk debat kedua masih didiskusikan oleh 18 panelis. Nantinya mereka akan menyusun berbagai pertanyaan yang harus dijawab oleh empat pasangan calon.

Baca: Presiden PKS Minta Satu Kader Ajak 500 Orang Memilih Sudrajat

Yayat berharap, dalam debat kedua, masing-masing pasangan dapat memaparkan program-program apa saja yang akan dilakukan secara konkret dan jelas.

Berkaca pada Pilgub pertama, kata dia, seluruh pasangan calon masih belum bisa menajamkan mimpi-mimpi apa yang akan dilakukannya. Hal ini dinilai penting untuk memberikan pandangan kepada masyarakat, sosok mana yang dianggap pas untuk memimpin Jabar dalam lima tahun ke depan.

“Sehingga masyarakat bisa mencerna, bisa membedakan cara nomor 1, 2, 3, dan 4. Harus keliatan bedanya, agar memilihnya enak. Kalau caranya sama, sama aja bohong. Saya inginnya kalau perlu perbedaannya sangat tajam,” kata dia.

Reporter: Antara
Editor: Amirullah
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here