Jokowi Unggul Survei karena Prabowo Belum Lakukan Apapun

0
90
Presiden RI Joko Widodo (kiri) dan Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan)(Istimewa/rappler.com)

BENING.MEDIA, Jakarta – Kesimpulan survei Indikator Politik Indonesia menyebutkan Pemilihan Umum Presiden-Wakil Presiden (Pilpres) 2019 kemungkinan kuat tetap diikuti dua pasangan calon (paslon).

Kandidat presiden dimaksud yakni Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto‎. Pertarungan kedua prediksi dimenangi Jokowi.

“Hasil survei Jokowi 60,6 persen, sementara Prabowo 29 persen, dan yang menyatakan tidak tahu sebesar 10,4 persen,” kata Direktur Eksekutif Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi di Kantornya, Jakarta, Kamis, 3 April 2018.

Hasil survei juga menyimpulkan, ungkap Burhanudin, posisi Jokowi belum aman. Tingkat keterpilihan dimaksud bisa berubah seiring perkembangan di lapangan hingga pelaksanaan Pilpres 2019. Level keterpilihan Prabowo berpeluang naik karena sejauh ini ia memang belum melakukan apapun.

“Hasil survei menunjukkan perolehan Prabowo cukup besar padahal belum ngapa-ngapain. Berbeda dengan Jokowi yang sudah muter-muter ke mana-mana,” tandasnya.

Selain itu, Burhanudin menjelaskan survei tersebut dilakukan sebelum Prabowo dideklarasikan sebagai calon presiden. “Kalau setelah deklarasi, perubahannya wallahu a’lam,” ucapnya.

[Baca juga: Jokowi Unggul Elektabilitas, Namun Warga Lebih Banyak Ingin #2019GantiPresiden]

Hasil survei kali ini tidak berbeda jauh dibanding riset yang dilakukan lembaganya enam bulan lalu. Kenaikan dan penurunan kedua kandidat sangat tipis.

“Jokowi meningkat dari 58,9 persen pada 17 September menjadi 60,6 persen pada Maret 2018. Prabowo turun dari 31,3 persen pada September 2017 menjadi 29,0 persen pada Maret 2018,” ungkap Bos Indikator Politik Indonesia.

Survei pada Maret 2018 di atas menggunakan 1.200 responden. Responden dipilih memakai sistem multistage random sampling dengan margin of error ± 2,9 persen. Tingkat kepercayaan 95 persen.


PKS Desak Segera Deklarasi

Menanggapi hasil berbagai lembaga survei tentang elektabilitas calon presiden (capres) pada Pemilu 2019, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mendesak Partai Gerindra segera melakukan deklarasi capres dan calon wakil presiden (cawapres).

“Kami yakin suara Pak Prabowo akan naik signifikan setelah 11 Mei. Dan akan jauh lebih signifikan setelah deklarasi,” kata Mardani di Kantor Indikator Politik Indonesia, Jakarta, Kamis, 3 Mei 2018.

[Baca juga: Elektabilitas Jokowi Jauh di Atas Prabowo, Gerindra: SMRC masih saja ‘Ngaco’]

Mardani, yang juga anggota Komisi II DPR, menegaskan Prabowo akan memilih cawapres dari PKS. Partainya akan terus memperjuangkannya.

“Kenapa PKS ngotot pengen sekarang? Penantang itu berat, apalagi kelihatan elektabilitas Pak Jokowi, kepuasan publik, dan yang lain. Harus segera gerak dari sekarang. Kalau sudah deklarasi itu akan lain trennya,” Mardani menyatakan keyakinannya.

Alasan lain atas desakan PKS kepada Gerindra itu didasari pemikiran bahwa deklarasi berdampak signifikan terhadap Pilkada Serentak 2018 di berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Selain itu, kata Mardani lagi, deklarasi cepat memberi pembelajaran politik yang baik pada masyarakat. Pemilih bisa mempertimbangkan sejak awal siapa yang akan mereka pilih nantinya. []Madi Cakra/RE

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here