3 Pelatih Top Serie A yang Melempem Saat Jadi Pemain

0
48
Logo Serie A. (Istimewa)

Liputan6.com, Roma – Sudah menjadi hal yang lazim bahwa pelatih dulunya adalah seorang pemain. Profesi pelatih menjadi salah satu pilihan yang paling sering ditempuh ketika mereka pensiun.

Di Liga Serie A Italia, ada beberapa pelatih yang beberapa tahun lalu masih dapat disaksikan kiprahnya di lapangan. Sebut saja Gennaro Gattuso (AC Milan) dan Simone Inzaghi (Lazio). Dua pelatih muda itu kini melatih klub yang dulu mereka bela.

Hebatnya, meski belum memiliki banyak pengalaman, Inzaghi dan Gattuso terbilang cukup sukses. Inzaghi berhasil mengantarkan Lazio konsisten bersaing di papan atas dalam dua musim terakhir. Sementara Gattuso, meski belum teruji karena baru saja ditunjuk pada 27 November 2017 lalu, setidaknya mampu membawa AC Milan bangkit dalam dua bulan terakhir.

Namun, berbicara soal masa lalu pelatih, tidak semua dari mereka yang dulunya merupakan pemain hebat dan bermain untuk klub besar seperti Gattuso maupun Inzaghi. Artinya, pengalaman sebagai pemain tidak selalu menjamin mereka sukses saat menjadi pelatih.

Sebaliknya, banyak pelatih top di Serie A saat ini yang dulu hanya bermain di klub kecil, atau bahkan sama sekali bukan pemain. Siapa saja mereka? Berikut tiga di antaranya.

1. Massimiliano Allegri

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, memimpin sesi latihan jelang laga Liga Champions di Training Center Juventus, Minggu (3/12/2017). Juventus akan berhadapan melawan Olympiakos. (AFP/Marco Bertorello)

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri tidak punya masa lalu yang gemilang seperti yang sekarang ia torehkan bersama Juventus. Ya, semasa masih aktif bermain (1985-2003), pelatih yang kini berusia 50 tahun itu hanya membela klub-klub gurem, seperti Cappiano Romano, Livorno, Pisa, Pavia, Pescara, Perugia, Cagliari, Pistoiese, dan Aglianese. Satu-satunya klub besar yang pernah ia bela hanya Napoli, meski hanya satu musim (1997/1998).

Dari segi permainan individual, Allegri yang dulu bermain di posisi gelandang tengah, juga bukan pemain yang menonjol. Karier terbaiknya hanya saat bersama Pescara (1991-1993 dan 1998-2000) di mana ia mencatatkan 110 penampilan dan menyumbang 20 gol bagi klub tersebut. Saat membela Napoli, ia hanya diturunkan tujuh kali dalam semusim dan tak memberi kontribusi apa pun.

Prestasi Allegri saat masih bermain pun tidak ada. Baik prestasi bersama klub, maupun prestasi pribadi. Selain itu, ia juga sempat dilarang bermain selama setahun pada tahun 2001 bersama enam pemain lainnya akibat kasus di ajang Coppa Italia.

2. Luciano Spalletti

Pelatih Inter Milan, Luciano Spalletti. (AFP/Miguel Medina)

Luciano Spalletti merupakan seorang gelandang saat masih aktif bermain. Pelatih yang kini menukangi Inter Milan itu bermain di rentang tahun 1984 sampai 1993. Ya, hanya sembilan tahun ia menjalani karier sebagai pesepak bola. Ia bahkan hanya bermain di level Serie C selama kurun waktu tersebut.

Klub-klub yang pernah dibela Spalletti antara lain Castelfiorentino (1984), Virtus Entella (1985), Spezia (1986-1990), Viareggio (1990), dan Empoli (1991).

Dua tahun selepas pensiun, Spalletti memberanikan diri meniti karier sebagai pelatih. Klub pertama yang diasuhnya adalah Empoli (1995-1998), yang tak lain adalah klub terakhir yang dibelanya saat masih bermain. Sukses mengantarkan Empoli promosi ke Serie B di musim 1999/1997, Spalletti kemudian melatih Sampdoria.

Nama Spalletti mulai disegani ketika ia melatih Udinese di tahun 2002 hingga 2005. Di musim 2004/2005, pelatih berkepala plontos itu sukses meloloskan Udinese ke Liga Champions. Tak ayal, di musim depannya, ia dibajak oleh AS Roma. Dan sejak saat itu, nama Spalletti selalu masuk dalam jajaran pelatih terbaik Italia, terlepas dari keterpurukan Inter Milan saat ini.

3. Maurizio Sarri

Pelatih Napoli, Maurizio Sarri serius mengawasijalanya pertandingan timnya melawan Genoa pada lanjutan Serie A di Luigi Ferraris stadium, Genoa, (25/10/2017). Napoli menang 3–2. (Luca Zennaro/ANSA via AP)

Berbeda dari Allegri dan Spalletti, yang hanya merupakan pemain biasa dan tak pernah bermain di klub besar, pelatih Napoli, Maurizio Sarri bahkan cuma seorang pemain bola amatir di masa mudanya. Ia menghabiskan waktu bermain sepak bola di sore hari selepas bekerja sebagai seorang bankir di pagi hari.

Ketika usianya menginjak 31 tahun, atau mulai tahun 1990, Sarri berhenti bermain bola. Ia mulai meniti karier sebagai pelatih, meskipun tidak profesional.

Barulah di tahun 1999, ia memutuskan mundur dari pekerjaannya sebagai bankir dan fokus menjadi pelatih. Beberapa klub Serie C-2 yang pernah ia latih di awal masa kariernya adalah Stia, Faellese, Cavriglia, Antella, Valdema, Tegoleto, Sanvosino, dan Sangiovanese.

Mulai 2005, karier Sarri meningkat. Ia naik kasta dengan melatih klub-klub Serie B. Antara lain Pescara, Verona, Perugia, dan Empoli. Klub yang disebut terakhir ini berhasil dibawanya promosi ke Serie A di musim 2013-2014.

Kesuksesannya bersama Empoli itulah yang membawanya ke kursi kepelatihan Napoli di tahun 2015. Ia menggantikan Rafael Benitez yang dipecat karena gagal. Sejak saat itu, ia berhasil membawa Napoli konsisten bersaing memperebutkan Scudetto bersama AS Roma dan Juventus. (Abul Muamar)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here